Mengenal Sosok Gabriel Garcia Marquez yang Menjadi Google Doodle Hari Ini

by - Maret 06, 2018


Hai Ladies, kamu harus mengenal sosok Gabriel Garcia Marquez yang muncul dalam Google Doodle hari ini.

Kenapa?

Karena dia merupakan salah satu penulis besar yang dianggap paling berpengaruh pada abad ke-20!

Wow, tentunya kamu mau tahu bagaimana kiprahnya selama ia hidup sehingga mesin pencari raksasa Google memperingati hari lahirnya, hari ini.

Simak terus ya...

Gabriel lahir pada tanggal 6 Maret 1927 kemudian ia meninggal pada tanggal 17 April 2014 silam pada saat usianya mencapai 87 tahun karena sakit. Gabriel Garcia Marquez tinggal bersama keluarganya di kota Aracataca, Kolombia. Ayahnya adalah mantan veteran perang 1000 hari, dimana terjadi perang sipil di Korea yang terjadi pada tahun 1899 sampai dengan 1903. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Gabriel mendapatkan inspirasi kesusastraannya berasal dari kisah kota Aracataca, demikian Ensiklopedia Britanica mencatat kisah hidup novelis ini.

Ia adalah seorang peraih Nobel bidang kesusastraan, dan telah menuliskan lebih dari 25 buku sepanjang hidupnya. Karya-karyanya secara luar biasa telah mampu membawa pembacanya ke dalam dunia realisme magis.

Kamu tahu, istilah realisme magis muncul karena gaya bertuturnya yang seolah hidup. Karena menceritakan kenyataan dan hal gaib dalam satu rangkaian cerita yang unik. Selain itu dia juga menggunakan bahasa Spanyol.

Gabriel Garcia Marquez juga menyebutkan kota Macondo. Macondo adalah sebuah kota fiksi yang ada dalam novelnya yang paling terkenal dengan judul A Hundred Years of Solitude atau dalam bahasa Spanyol Cien Anos De Soledad (1967). Dan kabar baiknya bagi kalian yang tertarik membaca karya Gabriel, telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul 100 Tahun dalam Kesunyian.

Hmm, sepertinya kamu harus cari ke toko buku sekarang juga ya.

Dalam karya masterpiece-nya itu digambarkan kota Macondo yang sarat realisme magis namun dipenuhi dengan keindahan. Diceritakan juga bahwa kota tersebut terletak di tengah hutan Amazon yang lebat, menembus celah kanopi hujan hutan lembab. Cermin kota yang merupakan rumah bagi keluarga Buendia dan tempat lahirnya berbagai keajaiban.
Mocondo kota kecil terpencil imajinatif yang sejarahnya mirip dengan sejarah Amerika Latin, namun dalam skala lebih sempit. Latar belakang novel ini sangat realistis makanya disebut sebagai realisme magis. Sebab, ia memadukan pendekatan realis dengan elemen-elemen magis dalam karyanya sehingga menciptakan nuansa fantastis.

Gabriel yang hari ini muncul di Google Doodle lengkap dengan kumisnya dan warna-warna juga  mendapatkan gelar penulis berbahasa Spanyol terbaik.

Sampai disini, kamu masih menyimak dengan seksama kisahnya, kan?

Jadi, ternyata Gabriel pernah menempuh pendidikan hukum tapi dia memilih profesi sebagai jurnalis. Ia pernah menjadi seorang koresponden di Paris selama tahun 1950-an. Saat itulah ia memperluas pengetahuannya dengan banyak membaca literatur Amerika. Beberapa di antaranya dalam terjemahan Bahasa Perancis. Pada akhir tahun 1950-an dia bekerja di Bogota, Kolombia,  kemudian pindah ke New York City di kantor berita buatan pemimpin Kuba, Fidel Castro. Kemudian dia pindah ke Mexico City disitulah Gabriel menulis novel yang membuat ia terkenal dan kaya raya.

Pada bagian ini dia sudah menikmati hasil kerja kerasnya menulis novel-novelnnya yang laris di pasaran.

Kamu juga mau iya kan? Hehehe

Satu hal lagi yang membuat nama Gabriel Garcia Marquez sangat ikonik di Amerika Latin khususnya dan dunia umumnya ialah, keberaniannya serta tajam dalam mengangkat isu politik. Ia juga menulis karya-karya non fiksinya dan sangat fasih mendokumentasikan masa-masa di masa ia hidup. Salah satunya adalah berita tentang penculikan yang menjadi salah satu cerita Gabriel paling terkenal.

Di tahun-tahun terakhir hidupnya Gabriel Garcia Marquez menjelajahi hidupnya sendiri dalam memorinya berjudul Vivir Para Contarla (2002) yang mendapatkan pengakuan luar biasa oleh kritikus dan penggemar setianya. Sepanjang karirnya Gabriel berhasil memenangkan berbagai penghargaan termasuk penghargaan Nobel Kesusastraan pada tahun 1982.

Untuk itulah Google pun menghormati warisan kesusastraannya dengan menampilkan sosok Gabriel Garcia Marquez di Google Doodle hari ini.

So, jangan kaget ya, ketika kamu membuka Google Doodle hari ini kamu akan melihat sosok pria yang tampil dengan kumis khasnya didampingi ilustrasi yang penuh dengan warna.

Itulah dia Gabriel Garcia Marquez, yang tengah dirayakan Google ulang tahunnya yang ke-91.



You May Also Like

0 komentar