Gagal Masuk ke Destinasi Wisata Tidak Mesti Membuat Liburanmu Berantakan

by - Januari 06, 2018


-
-
Halo Sahabat Nova, kalian pernah nggak merasakan pengalaman yang kami rasakan? Ketika kamu menuju  destinasi wisata dan gagal masuk karena ternyata dilokasi sudah sangat tidak memungkinkan untuk kalian datangi, alias full.

Hwoaa... saya dan keluaga baru saja mengalami kejadian yang sedikit banyaknya bikin sedih, eh nggak sampai sedih banget juga sih, kecewa mungkin levelnya. Gimana nggak, udah membayangkan bakalan hepi-hepi di tujuan wisata tersebut, namun semua tinggallah mimpi. Eaaa...

Jadi, pada tanggal 1 Januari 2018 lalu kami sekeluarga beserta keluarga besar tetiba memutuskan berangkat ke suatu tempat untuk family gathering gitu. Begitu deal lokasi, masing-masing keluarga yang terdiri dari 5 keluarga dan 4 mobil mempersiapkan segala sesuatunya secara kilat. Nggak usah heran, keluarga kami memang terbiasa berangkat liburan itu dadakan, tanpa rencana. Kayak tahu bulat yak digoreng dadakan hehe...

Kali ini peralatan makan yang biasanya dibawa-bawa nyaris diminimalisir. Supaya ringkas, kami hanya membawa nasi bungkus, air mineral, tikar piknik dan cemilan cepuluh hehe...

Jumlahnya disesuaikan dengan anggota keluarga yang ikut. Tapi, tidak lupa saya dan keluarga kecil kami selalu mempersiapkan bekal cadangan seperti makanan, minuman, obat anti mabuk, plastik, minyak kayu putih dan segala keperluan yang sekiranya nanti dibutuhkan dalam perjalanan. Karena perjalanan wisata selama tanggal merah sering diluar prediksi. Macet selalu menjadi momok yang selalu menghantui gagalnya sebuah liburan.

Kami berangkat dari rumah (Depok) menuju lokasi setelah shalat Zuhur, sekitar jam 1 siang. Tujuan pertama yang akan dituju adalah Kebun Raya Bogor. Hmm, saya sudah membayangkan asiknya berjalan dibawah pohon-pohon besar bersama ketiga Pasukan Ranger. Sesuatu yang sangat sulit ditemukan di kota besar. Suasana hutan yang menyejukkan tentu sangat menenangkan. Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Apalagi kalau bukan alasan macet dan dua kali berhenti di rest area.

Jangan pernah berharap, ketika musim liburan panjang tiba jalanan akan ikutan sepi. Oh No! Rameee banget. Dan nggak sadar cemilan yang kami bawa akhirnya menipis, karena untuk membunuh bosan saat bermacet ria, semua makanan sudah berpindah alam.

Sekitar azan Ashar, kami sampai di Bogor. Heu, hawa hutan dan udara segar dari pohon-pohon yang banyak di kota hujan itu sudah sangat terasa. Tibalah waktunya mencari lokasi parkiran untuk kemudian masuk ke Kebun Raya Bogor.

Namun apa yang terjadi Sahabat?

Sepertinya hayalan untuk bergelantungan di pohon-pohon ala tarzan harus dimusnahkan saat itu juga. Dua pintu gerbang yang melayani tiket masuk pengunjung penuh sesak manusia yang mengantri masuk kesana. Dan setelah hampir satu jam mencari parkiran pun tidak ditemukan.

Inilah alasannya bagi sebagian orang mengapa kebanyakan liburan sering batal, penuh dan tidak ada parkiran. Tanpa turun dari mobil, akhirnya perjalanan diganti dengan planning B.

Disepanjang jalan kota Bogor, mobil-mobil pribadi tumpah ruah memenuhi jalanan. Bahkan untuk sekedar berhenti membeli cemilan lagi, tidak memungkinkan menepi. Padat. Namun pemandangan kota Bogor yang asri dengan pepohonan besar-besar lumayanlah tidak mengurangi kekecewaan yang tidak bisa mampir merumput di Kebun Raya Bogor. Anak-anak sangat senang melihat kumpulan rusa atau kijang yang asiknya di halaman Istana Bogor, ketikan kami melewati Istana Kepresidenan Negara itu. Anak-anak masih berdebat apakah hewan itu rusa atau kijang selama perjalanan menuju destinasi berikutnya.

“Ma, menurut mama itu kijang atau rusa?,” tanya mereka.
“Terserah kalian saja, yang jelas itu bukan kucing,” jawab saya sekenanya sembari cengengesan.

Hwuaa, alhasil suami saya yang sedang menyetir langsung terbahak dan diikuti oleh ketiga penumpang lainnya, Pasukan Ranger yang sudah tidak mempermasalahkan jenis hewan cantik yang berkeliaran bebas di dalam pagar Istana Bogor. Setidaknya, anak-anak tidak kecewa karena tujuan awal kita mengalami gagal total.

Karena makna liburan dan jalan-jalan yang sebenarnya adalah menikmati perjalanannya dari mulai berangkat sampai tiba di tujuan dan rasa puas dan bahagia ketika kembali ke rumah. Kemudian selanjutnya efek jalan-jalan itu mampu me-recharge energi positif untuk beraktivitas kembali.

Oke destinasi berikutnya adalah Sentul.

Apalagi kalau bukan wahana permainan yang kini tengah menjadi salah wahana favorit keluarga Indonesia, Jungleland.

Kenapa kami dan warga Jawa Barat umumnya lebih memilih berkunjung ke Jungleland dari pada ke Dunia Fantasi yang ada di Jakarta?

Tentu saja, jarak.

Misalnya jarak tempuh dari Depok ke Sentul jika ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Namun karena kami sudah berputar-putar dari Bogor kemudian menuju Sentul, jadi agak lama. Dan jarak tempuh Bogor-Sentul lebih dekat lagi yakni sekitar 30 menit kurang lebih.

Anak-anak sudah sangat senang ketika sudah tiba di gerbang Jungleland. Di dalam perjalanan masing-masing mereka sudah sibuk membahas mau menaiki jenis wahana setibanya nanti di dalam. Keseruan sudah tercipta lagi sebelum memasuki wahana permainan.

Namun apa hendak dikata, Sahabat Nova sekalian...

Antrian kendaraan yang mengular di gerbang Jungleland itu terasa menyesakkan. Kurang lebih sama persis seperti di depan gerbang Kebun Raya Bogor tadi.

‘Tampaknya destinasi kali ini bakalan gagal lagi,’ pikir saya.

Sementara saya sudah benar-benar sesak dengan aroma macet yang tidak bersahabat dengan perut. Saya muntah. Yeaaa, cemen banget dah. Perjalanan dekat begitu muntah, mungkin begitu anggapan semua orang.

Kalian bisa bayangkan sepanjang perjalanan dari Depok-Kebun Raya Bogor-Jungleland Sentul penuh dengan kemacetan saudara-saudara.

Sini saya kasih tahu ya. Macet itu bikin udara makin panas, sampai pada akhirnya pendingin mobil nggak terasa menyejukkan lagi. Ditambah lagi perjalanan darat bikin perut ibu-ibu macam saya bergoyang dangdut kesana dan kemari. Jadi mohon jangan dicela kelakuan saya yang mengeluarkan isi perut dalam rentang perjalanan yang terbilang dekat ini. Suasana dan situasi sangat mendukung euy...

Dengan insiden Emak Ranger yang sudah melakukan atraksi hoek-hoek tadi akhirnya kami memilih untuk melanjutkan perjalanan kembali. Tentu saja mencari tempat teduh yang terhampar di sepanjang Sentul Nirwana. Di kanan dan kiri perumahaan paling elit se-Jabodetabek itu ternyata nasib para pelancong macam kami banyak weiii...

Puluhan kendaraan pribadi menepi di sepanjang taman-taman indah untuk sekedar melepas lelah karena nggak kebagian tiket masuk ke wahana dan membuka bekal makanan.

Sepertinya, liburan Keluarga Ranger tidak sepenuhnya gagal. Karena seperti yang saya katakan diatas, bahwa esensi liburan adalah hepi-hepi. Apapun kenyataannya di lokasi, jiwa yang kalian bawa dari rumah itu sudah dalam mode hepi.

Jadi, kalau boleh ditarik kesimpulan tentang bagaimana menyikapi saat gagal menikmati destinasi wisata tanpa membuat liburan kamu gagal ialah:
1. Pahami bahwa esensi liburan adalah bersenang-senang.

2. Selalu persiapkan planning B, C dan selanjutnya bila memang akhirnya rencana-rencana tersebut menemukan jalan buntu.

3. Ciptakan momen liburan sendiri yang berbeda dari ekspektasi. Kamu boleh saja gagal masuk ke destinasi wisata Jungleland, tapi setidaknya berfoto-foto di hamparan taman cantik bisa dijadikan pilihan yang menarik. Sembari bercengkrama dengan keluarga setidaknya bisa mengobati kekecewaan gagalnya masuk ke wahana permainan.

4. Jika memang ingin liburan ke tempat wisata, datanglah lebih awal sebelum jam buka. Karena yang mau berkunjung bukan kamu saja. Semua orang mempunyai rencana yang sama. Apalagi di musim liburan panjang, week end dan hari-hari libur lainnya. Perencanaan yang matang itu sih kuncinya.

Nah, bagi kamu yang mengalami hal yang sama dengan nasib liburan saya semoga bisa mengambil hikmahnya ya. Bahwa ketika musim liburan tiba, yang mau liburan itu nggak saya doang. Jadi jangan berharap, antara harapan dan kenyataan akan sesuai. Selalu persiapkan alternatif tujuan destinasi berikutnya.

Dan yang paling penting adalah dengan atau tanpa masuk ke destinasi wisata pastikan kamu tetap bahagia.

Selamat Liburan...


You May Also Like

0 komentar