Halimah Yacob : Puncak Karir Seorang Wanita Melayu

by - September 14, 2017

Mantan ketua Parlemen Singapura, Halimah Yacob menurut agenda pemerintahan Singapura akan dilantik menjadi Presiden muslimah pertama di negara berlambang singa itu di Istana Kepresidenan, setelah satu-satunya kandidat yang memenuhi syarat pemeilihan presiden 2017 setelah mengalahkan dua rivalnya Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan pada hari Rabu (13/9/2017).
Halimah dengan cepat menjadi sorotan dunia, karena ia adalah wanita berhijab pertama yang akan segera menduduki kursi kepresidenan negeri Merlion itu. Diketahui bahwa Singapura terdiri atas multi ras. Ada Etnis China (74%), Melayu (13%), India (9,2%) dan lainnya sekitar 3,3%.

Pada tahun 2016 Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menggagas sebuah perubahan konstitusi. Dimana Lee mengusulkan amandemen konstitusi yang memungkinkan etnis minoritas menjadi Presiden Singapura. Lee sangat berharap Singapura mampu mencermainkan masyarakat inklusif dan multiras.
Halimah Yacob sebagai perwakilan politisi melayu ini lahir pada tanggal 23 Agustus 1954 di Queen Street yang terletak di area Bugis. Masa kecilnya dilalui dengan kehidupan sederhana di sebuah rumah susun  yang hanya memiliki satu kamar bersama saudara-saudaranya. Ayahnya meninggal dunia saat Halimah kecil masih berusia 8 tahun. Demi menyambung hidup ibunya berjualan nasi padang menggunakan gerobak kecil.

Disinilah tempaan hidup mengasah mental putri bungsu keluarga Yacob keturunan India-Melayu tersebut. Dengan kemampuan otaknya yang cemerlang ia mampu diterima menempuh pendidikan di dua sekolah paling bonafid pada tingkat SMP dan SMA. Bahkan ketika mengenyam pendidikan di National University of Singapure ia mendapatkan beasiswa dari Islamic Religios Council of Singapure.
Ibu lima anak ini pernah menjabat sebagai anggota People’s Action Party (PAP) atau Partai Aksi Rakyat yang kemudian setelah itu menjabat sebagai Ketua Parlemen sejak Januari 2013 sampai Agustus 2017. Setelah itu ia mengundurkan diri dari kedua institusi tersebut guna mengikuti pemilihan presiden 2017. Tidak heran bila kemudian sekarang Halimah terpilih sebagai calon kuat untuk memimpin Singapura karena ia sangat populer di kalangan buruh. Setidaknya selama 30 tahun telah ia habiskan dalam organisasi buruh Singapura.

Istri dari seorang pengusaha Mohammed Abbdullah Alhabshee ini pernah dididik di Singapore Chinese Girl’s School, lalu melanjutkan pendidikannya di University of Singapure dan menyelesaikan LLB ( Bachelor Legum of Law) pada tahun 1978. Kemudian pada tahun 2001 ia menyelesaikan pendidikannya di National University of Singapure dan mendapatkan gelar LLM (The Master of Law). Pada tanggal 7 Juli 2016 Halimah Yacob mendapatkan Doktor Kehormatan dari National University of Singapure.
Karirnya dimulai sebagai praktisi hukum di Kongres Serikat Perdagangan Nasional pada tahun 1992. Disini ia duduk sebagai Direktur Institut Studi Ketenagakerjaan Singapura (sekarang dikenal sebagai Institut Studi Ketenagakerjaan Ong Teng Cheong) pada tahun 1999. Kemudian Halimah menyeberang memasuki dunia politik pada tahun 2001 saat dibujuk oleh Perdana Menteri Goh Cok Tong ketika ia terpilih sebagai anggota parlemen untuk Konstituensi Perwakilan Jurong Group (GRC). Pada Pemilu tahun 2015 Halimah merupakan satu-satunya calon dari minoritas untuk PAP.

Wanita muslimah ini dikenal aktif berkampanye melawan kelompok Islam Radikal dengan kerap mengecam kelompok Islamic State of Iraq and Syiria. Kini sosok wanita sederhana ini mengukir sejarah dengan kemenangannya di pemilihan umum dan mengantarkannya sebagai presiden wanita pertama di Singapura sebagai presiden ke-8.

You May Also Like

0 komentar