Menikah itu Sebuah Proses Pendewasaan Diri

by - Juli 22, 2017


Sejatinya pernikahan merupakan gerbang kebahagiaan yang terbungkus dalam peliknya persoalan dalam rumahtangga. Tingkat kedewasaan akan teruji seiring berjalannya waktu mengayuh biduk bersama-sama.

Kala badai menghantam, tak sedikit yang berguguran. Mengalah pada nasib. Lantas mempersalahkan Tuhan. Lalu, setelah itu larut dalam duka mendalam seumur hidup.

Namun, banyak juga yang tetap tegar menghadapi terjangan badai dengan jiwa ksatria. Bersakit-sakit bersama pasangan turut menguji sejauh apa rasa cinta yang diawal pernikahan digembar-gemborkan. Sebesar apa saling menguatkan, saling memiliki satu sama lain.

Tak salah bila seorang bijak pernah berkata, bahwa untuk melihat seberapa dewasa dan arif jiwa seseorang, lihatlah pernikahannya.

Semoga kita semua senantiasa memupuk perkawinan dengan aktivitas sepele berikut ini:
saling puji
saling menatap mesra
Saling menutupi aib masing-masing
Saling menguatkan
Dan tak salah juga sesekali beri kejutan
Misalnya bangunkan pasangan dengan ciuman disaat pertamakali ia membuka matanya dari tidur

Bahwa pernikahan adalah menggenapkan separuh Dien
Adalah dosa bila menikah dengan tujuan menyakiti pasangan.

Kita dan pasangan laksana pakaian yang saling menutupi dari aib dunia akhirat

Maka betapa Mitsaqon Ghalizan ini sungguh agung. Sungguh cela bagi yang mempermainkannya.

You May Also Like

0 komentar