Tips Sederhana Publik Speaking

by - April 26, 2017


"Ihh sombong banget sih, tiap acara ngumpul cuma sama temennya aja. Kenapa nggak mau nyapa kita-kita, sih? Gaul dong"

Biar kita nggak denger kalimat itu, mulai sekarang mulai terbuka yukk. Datang, registrasi, sapa kanan kiri. Kalau ada yang baru ketemu, sapa dulu deh, umpetin rasa malu sama gengsi karena menyapa duluan. Sebut nama, dari komunitas/institusi mana. Pokoknya SKSD aja, cuek. Ditanggapi, Alhamdulillah berarti ada celah buat ngobrol lebih jauh. Nggak ditanggapi ya nggak apa-apa. Anggap saja kita sedang latihan public speaking gratis. Anggep saja kita lagi tebar pesona. Dijamin kalau ada acara lagi dan ketemu orang yang sama, minimal dia ingat kita ;)

"Pengen nanya tapi malu diketawain. Belum apa-apa udah gemeteran. Mending diem aja ahh. Tar juga ada orang lain yang ngomong"

Kita sering takut sebelum bertanya. Kita gemetar duluan padahal kalimat belum terucap. Karena kita menilai orang lain terlalu tinggi dengan cara menilai rendah diri sendiri. Ketidakpercayaan/ketakutan/tidak mau bertanya, adalah salah satu alat penunjang terkuncinya cara berkomunikasi kita. Memilih diam karena ketakutan yang diciptakan sendiri. Padahal hati dan pikiran berebut ingin mengemukakan pendapat. Dan ketika kalimat tidak mampu terucap, yang keluar adalah penyesalan, " Aahh, pertanyaan gitu doang ditanyain. Coba tadi aku berani ngomong" :(

Padahal sesi bertanya/diskusi pada acara publik adalah kesempatan kita untuk melatih public speaking kita. Bagaimana mengatasi jantung yang deg-degan, bagaimana cara mencari ide topik pembicaraan, bagaimana cara menyusun kalimat agar tertata dengan baik, dll.Sekali melewatkan kesempatan, berarti kehilangan satu momen pembelajaran. Salah satu tips mudah berpendapat adalah : anggap audiens itu teman sebaya atau satu level dengan kita :)

Sumber:
Kiki Handriyani

You May Also Like

0 komentar