Veneer Gigi Menurut Hukum Islam

by - Maret 03, 2017


"Uh, warna gigi kuning ga bikin eksis deh. Bikin kacau penampilan. Senyum udah lebar manjah tapi warna gigi engga banget deh".

Demikian beberapa gerutuan sebagian orang perihal gigi mereka. Sebab, gigi geligi yang indah serta warnanya yang putih bersih akan menambah daya tarik senyum seseorang. Tak dipungkiri lagi keberadaan akan indahnya gigi sudah masuk kategori penting saat ini. Demi mendapatkan tampilan yang maksimal.

Apakah Bunda pun demikian?
Ah, tak perlu dijawab yaa...

Bunda, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan meningkatnya kebutuhan manusia maka inovasi selalu lahir satu-persatu di hadapan kita. Bunda mau apa zaman sekarang, ada semua. Mau memperindah tubuh mulai dari rambut hingga mata kaki, sangat bisa. Teknologi telah memudahkan kebutuhan manusia.
Islam memang menyukai keindahan. Salah satunya ialah wanita sebagai sumber keindahan. Seluruh komponen wanita itu indah. Apalagi senyum wanita. Makanya lukisan Monalisa yang terkenal itu sangatlah mahal.

Nah, zaman sekarang seorang wanita sudah jamak berhias. Termasuk memperindah giginya. Jika hanya menggosok gigi dengan pasta terbaik, itu sih mainstrem. Menggunakan gel pemutih gigi, umum juga.

Bunda sudah dengar mungkin istilah "veneer gigi". Sedang tren lho di kalangan pesohor tanah air.

Tentu saja biaya untuk veneer gigi bukan harga murah. Beberapa pesohor negeri menyebutkan angka fantastis untuk kebutuhan veneer gigi ini. Yaitu sekitar kurang lebih 100 juta untuk seluruh gigi!

Tetapi Bunda, bagaimana Islam memandang penggunaan veneer gigi tersebut?
Ada baiknya kita kupas sedikit tentang veneer gigi yuk...

Veneer adalah lapisan tipis yang ditempelkan secara permanen pada permukaan gigi. Proses penempelannya hampir mirip dengan pemasangan kuku palsu, bedanya veneer dilakukan pada gigi. Veneer dilakukan untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga didapatkan gigi putih yang bersih dan menutup renggang diantara jajaran gigi serta memperbaiki gigi yang patah atau keropos.

Sedangkan crown gigi adalah sarung yang berbentuk gigi yang dilapiskan ke atas gigi untuk mengembalikan bentuk, ukuran dan kekuatan gigi. Penggunaan crown gigi dilakukan untuk mengembalikan bentuk gigi yang tidak utuh yang disebabkan oleh karies, patah , terkikis atau sebab lainnya. Lalu bagaimana Islam memandang tren veneer dan crown gigi ini?

Apabila veneer dan crown digunakan sebagai pengobatan, seperti untuk menguatkan gigi yang terkena karies atau mengembalikan bentuk gigi yang patah karena kecelakaan maka veneer dan crown diperbolehkan berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abdurrahman bin Tharafah bahwa kakeknya ‘Arfajah bin As’ad terpotong hidungnya pada hari al Kulab lalu dia mengambil hidung perak namun ia menjadi busuk lalu Nabi saw memerintahkannya agar mengambil hidung emas.’

Namun, apabila veneer dan crown ini digunakan hanya untuk tujuan kecantikan yang nantinya malah akan jatuh pada hal tabarruj, maka jelas tidak diperbolehkan.

Rasulullah bersabda:
Aku melaknat wanita-wanita yang mengikir (gigi) agar lebih cantik dan wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah” ( HR. Muttafaq Alaih)
Firman Allah:

“…dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (QS. An Nisaa :119)

Bagi seseorang yang telah memakai crown untuk hal penyembuhan, maka jika ia meninggal crown tersebut tidak wajib untuk dilepaskan selama bahan yang digunakan adalah bahan yang suci dan tidak ada sedikitpun najis didalamnya.

Tetapi bagi seseorang yang memakai veneer demi kecantikan, wajib dilepaskan jika ia meninggal.

Bagaimana Bunda Sholehah masih punya keinginan menggunakan veneer gigi?


Semua terpulang pada kadar iman kita masing-masing ya. Saya disini hanya sekedar berbagi informasi bukan hendak menggurui.

Semoga bermanfaat yaa...



You May Also Like

0 komentar