5 Kiat menyiasati penipuan modus anak di sekolah

by - Desember 06, 2016


Bunda, pernah mendapat telepon penipuan dengan modus anak kecelakaan di sekolah tidak?

Bagi yang menjawab tidak, syukurlah. Tetapi bagi yang pernah mengalami, semoga tidak terulang lagi.

Beragam modus penipuan marak beredar di masyarakat akhir-akhir ini. Modus penipuan versi mama minta pulsa, menjual keripik seharga 50 ribu sudah berlalu.

Modus penipuan yang banyak memakan korban saat ini adalah telepon dari sekolah mengabarkan anak kita mengalami kecelakaan.
Modusnya bekerja sangat rapi.

Si penipu menelepon ibu atau ayah dan mengabarkan bahwa anak mereka mengalami kecelakaan di sekolah. Biasanya dikabarkan si anak sudah berada di salah satu rumah sakit. Dengan demikian kita akan di buat panik.

Pada saat panik itulah si penipu mendorong kita untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening mereka. Dengan alasan darurat. Emosi yang telah terbangun memudahkan penipuan berlangsung sehingga akal sehat hampir sering terlambat bekerja.

Berikut ada 5 kiat untuk menyiasati agar tidak terkena modus tersebut:

1. Jangan angkat telepon yang tidak ada dalam list.
Tidak disarankan untuk mengangkat panggilan telepon yang nomor dan namanya tidak tercantum dalam daftar kontak kita. Lebih baik waspada, dari pada mengambil resiko. Begitulah kira-kira pepatah lama. Jika panggilan tersebut dari sekolah, tentu Bunda sudah memiliki nomornya. Sangat jarang pihak sekolah menelepon orang tua menggunakan nomor asing.
Ada baiknya Bunda tergabung dalam grup WA wali murid yang kini sering digunakan pihak sekolah sebagai jembatan komunikasi dengan orang tua tentang berbagai informasi sekolah.

2. Bila telepon diangkat, jangan langsung percaya.
Jika Bunda sudah terlanjur mengangkat panggilan telepon tersebut, jangan langsung percaya begitu saja pada informasi yang diterima. Jagalah selalu kewarasan pikiran. Bila perlu lafalkan doa dalam hati agar terhindar dari modus penipuan.
Biasanya, bila Bunda tetap berpikir jernih dan logis apapun rangsangan yang diberikan si penipu tidak akan mampu mempengaruhi. Dan si penelepon tidak akan berlama-lama memprospek korbannya.

3. Segera kroscek kepada pihak sekolah dan guru.
Akhiri panggilan telepon tersebut secepatnya, bila ia mengabarkan kecelakaan pada anak di sekolah. Segera kroscek kepada pihak sekolah dan guru.
Mungkin sebaiknya Bunda menyimpan nomor kontak pihak sekolah, seperti nomor kepala sekolah, guru wali kelas. Jika perlu minta juga nomor kontak penjaga sekolah dan ibu kantin. Selain untuk menjaga jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak menyenangkan. Maka kita bisa mendapatkan info sebanyak mungkin.

4. Giring si penelepon tentang keluarga anda.
Ketika Bunda sedang bertelepon, giring pembicaraan kepada pengetahuan si penipu tentang keluarga kita. Apakah dia mengenal kita dengan baik, atau tidak. Minta dia menyebutkan nama lengkap anak, kelas berapa, jenis kelamin, alamat sekolah, nama wali kelas.
Si penelepon penipu bisa saja memiliki sedikit info tentang anak kita, karena mereka mungkin menggunakan sistem acak dan trial error, tetapi tentu tidak semuanya.
Dari sana Bunda bisa menyimpulkan telpon tersebut benar atau tidak.

5. Rekam setiap pembicaraan dengan nomor asing.
Jika Bunda memiliki cukup nyali, rekam percakapan itu. Katakan kepada si penelepon bahwa semua panggilan dengan nomor asing direkam. Lihat reaksinya, apakah tersulut marah atau tetap fokus pada penyampaian info.

Lima tips diatas tidak akan berjalan maksimal bila Bunda langsung panik saat menerima berita buruk.

Semoga bermanfaat ...

You May Also Like

0 komentar