5 Kata yang Mampu Menyakiti Hati Anak

by - Desember 01, 2016


Pernahkah ayah bunda menyakiti hati anak dengan kata yang tidak seharusnya dia dengar?

Hati anak itu bagai batu pualam yang harus dijaga dengan oleh ayah bunda. Meski mungkin mereka belum paham makna kata negatif yang dilontarkan. Tetapi, di dasar lubuk hatinya, anak merasa terluka dan tersakiti.

Menurut teori psikologi perkembangan hal ini bukan berita baik. Artinya, orang tua tidak mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak ke arah yang lebih baik. Bagaimana tidak, hati mereka telah tersakiti.

Mendapat hak untuk bahagia juga merupakan hak yang harus diperoleh anak dari kedua orang tua.

Lantas apa saja kata yang mampu menyakiti anak?

Berikut ulasannya:
1. Membuka aib anak.
Aib anak dirumah tidak boleh di bukakan kepada teman sekolahnya atau kepada siapapun. Sebab ini bisa mengakibatkan berkurang rasa nyaman anak terhadap orang tua.
Rumah adalah tempat berlindung dari segala hal buruk dari luar. Dan hal apapun yang terjadi didalam rumah tidak sewajarnya disebarkan ke luar rumah. Aib anak, juga merupakan aib orang tua sebenarnya.
Misalnya, anak bunda masih mengompol padahal dia sudah kelas 1 SD. Bila aibnya diketahui teman sekolahnya melalui bunda, dia akan jadi bahan olok-olok temannya.

2. Mendoakan kecelakaan anak.
Terkadang dalam kondisi emosional yang tidak terkontrol orang tua berkata seolah mendoakan kecelakaan bagi anak. Dan itu sangat menyakitinya. Sebab, ia merasa tidak disayangi dan dilindungi.

3. Mencaci maki anak di depan orang lain.
Memarahi anak tentu saja dibolehkan dan sebagai upaya mendidik bagi anak. Tetapi bila sudah masuk ranah memaki terlebih dihadapan orang. Hal ini tidak hanya menyakiti hatinya, bahkan menghancurkan rasa percaya diri si anak. Dan ini bukan indikasi baik bagi perkembangan mentalnya.

4. Memberi ajaran yang salah.
Apakah ayah bunda pernah melibatkan anak dengan menyuruh mereka berbohong demi menutupi sebuah urusan orang dewasa?
Jangan jadikan anak sebagai partner in crime. Logika mereka belum mampu menjangkau maksud dan tujuan kita. Yang mereka tahu, bahwa orang tuanya mengajarkan berbohong.
Sementara, guru di sekolah dan norma masyarakat melarang.
Selain membingungkan anak pada ajaran yang sebenarnya, sesungguhnya ayah bunda telah menyakiti hatinya.

5. Memberikan ancaman yang tidak bermutu.
Mendidik anak itu berarti membina mental mereka menjadi manusia tangguh di episode kehidupan mereka nantinya.
Apa jadinya bila didikan yang diterima anak berupa ancaman yang tidak bermutu.
Misalnya, "kalau kamu tidak nurut sama mama, nanti mama panggilkan orang gila buat bawa kamu".
Kata seperti ini hampir sering kita dengar beredar di masyarakat. Padahal mungkin tujuan si ibu hanya membujuk anaknya supaya berhenti menangis. Tetapi, cara keliru tidak akan membuahkan hasil yang diharapkan.

Demikian 5 kata yang mampu menyakiti hati anak. Padahal, sebagai orang tua berkewajiban untuk menjaga hati anak untuk senantiasa bahagia. Sebab, anak adalah titipan Tuhan.
Bila semua orang tua menyadari tiap anak adalah amanah Tuhan, maka mungkin tidak akan terjadi orang tua yang menyakiti hati anak
Mari peluk anak kita, supaya ia mampu menghapus memori buruk tentang perkataan buruk yang mungkin pernah terucapkan orang tuanya.

You May Also Like

1 komentar

  1. Halo, Mbak :)
    Artikelnya menarik.
    Direpost di Rocking Mama (rockingmama.id), supaya menjangkau pembaca lebih luas :D
    Jika berkenan, bisa langsung ditulis di sana ya. Panduan untuk menuliskannya ada di link identitas komentar ini.

    Makasih, Mbak :)

    BalasHapus