Menyiasati Perubahan Cuaca bagi Kesehatan Anak

by - November 16, 2016


Perubahan cuaca yang kurang menentu akhir-akhir ini sangat mempengaruhi kesehatan kita. Terutama anak-anak. Lantas, bagaimana cara kita sebagai ibu menyiasati perubahan cuaca ini agar supaya anak-anak kita tidak mudah sakit?

Berikut 5 tips bagi orang tua, terutama ibu guna menyiasati perubahan cuaca terhadap kesehatan anak:

1. Tinggikan gizi makanan anak.
Mengonsumsi makanan yang tinggi kadar gizinya akan memperkuat daya tahan tubuh anak. Jadi, ubah mindset jika anak sakit langsung cari obat ini dan itu. Tapi yang paling baik adalah, segera tinggikan gizi anak. 
Perbanyak protein sebagai unsur pembangun zat dalam tubuh. Seperti telur, tahu, tempe, ikan dan daging. Olahannya tergantung kesukaan anak ya bu, biar makannya lahap. Apabila ditambah lagi dengan pemberian vitamin, buah dan sayuran tentu lebih baik lagi.

2. Istirahat yang cukup. Istirahat tidak hanya tidur. Tetapi mengistirahatkan tubuh anak dari aktifitas berat seperti hanya beraktifitas dalam rumah. Misal bermain monopoli, menggambar atau sekedar bercengkrama dengan mereka. Tetapi, istirahat yang paling baik tetaplah tidur. Bila biasanya anak kurang tidur siang, aturlah jadwal mereka supaya dapat menikmati istirahat siang. Waktu tidur bagi anak sebaiknya sekitar 10 jam. Sebab, ketika tidur itulah tubuh mereka sedang bertumbuh.

3. Minum air putih. Peran air putih bagi kesehatan salah satunya sebagai motor penggerak lancarnya aliran darah. Jadi, minum air putih harus banyak. Usahakan setiap 25:1. Artinya setiap 25 kilogram berat badan , minum 1 liter air putih.

4. Selalu jaga kebersihan rumah. Ini merupakan peer ibu dan anak dan seluruh anggota keluarga. Menjaga kebersihan dimulai dari rumah dan di ajarkan sedini mungkin pada anak. 

5. Edukasikan kepada anak, bahwa mulai belajar menjaga kesehatan diri sendiri. Seperti rajin cuci tangan, sikat gigi, dan cuci kaki tiap mau keluar masuk rumah. Bila yang sibuk menjaga kesehatan hanya dari pihak orang tua, sementara anak tidak di berikan edukasi maka upaya menjaga kesehatan bersama tidak berjalan maksimal. 

Demikianlah tips dari saya, semoga bermanfaat ya ... 


You May Also Like

1 komentar