Kita adalah pasangan

by - Oktober 22, 2016


Orang tua-tua pernah mengatakan bahwa supaya Rumah Tangga itu harus seimbang. Pasutri harus berada pada frekwensi yang sama. Ada juga pendapat ahli yang mengatakan bahwa pasutri harus memiliki ekspektasi yang tinggi dalam menata RT masing-masing.

Terlihat sekilas ada perbedaan sudut pandang diantara beberapa pihak. Namun setelah diskusikan tentang paradigma yang berbeda itu. Ternyata ujungnya sama. Cinta.

Berikut kalimat menarik : Cinta itu sesuatu yang harus diperjuangkan. Sebesar apa effort kita, sebesar itulah kelak hasil yang kita tuai.

Bila ditarik kesimpulan mungkin inilah yang disebut dengan bahasa komunikasi. Dimana pembicaraan kita seputaran hati dan perasaan kita sebagai PASANGAN.

Terkadang, peran pasutri banyak berkomunikasi lewat perannya sebagai orangtua. Sementara pondasi utama sebagai pasangan yang kokoh, terabaikan. Padahal membangun cinta, justru pada level ini.

Tragisnya, kebanyakan pasutri pada saat memasuki usia pernikahan yang semakin matang, bisa "runtuh" juga. Kenapa? Ada yang miss dan lost diantara mereka. Apa? Jalur komunikasi sebagai PASANGAN.

Tulisan ini bukan hendak menggurui perihal pasutri dan RT, namun hanya mencoba menggali hikmah dari beberapa kasus RT beberapa teman. Bukankah pengalaman itu bisa kita petik tanpa harus mengalami sendiri.

#edisiRenunganMalam

You May Also Like

0 komentar