5 Kiat menangkal stres bagi IRT

by - Oktober 04, 2016


Saat ini beredar berita di televisi mengenai seorang ibu rumah tangga yang mengalami stres berat yang mengakibatkan depresi sehingga melakukan pembunuhan terhadap anak kandungnya. Sungguh miris bukan?

Stres kerapkali dijadikan alasan seseorang, siapapun, dalam mencari pembenaran akan tindakannya. Terkhusus ibu rumahtangga, yang lingkup kerjanya di wilayah domestik. Seperti:
- Anak berantem, stres.
- Rumah berantakan, stres.
- Diomeli mertua, stres. 
- Tagihan listrik melonjak, stres. 
- Tukang sampah tidak datang seminggu, stress.
Begitu banyak hal yang bisa dijadikan alasan sebagai pemicu stress bagi ibu rumah tangga.

Lantas apakah dengan alasan stress seseorang tidak layak diberikan hukuman? Lalu dimana posisi keimanan dalam jiwa orang yang terkena stress? Lalu bagaimana kiat bagi ibu rumahtangga dalam mengatasi stress?

Berikut kiat mengatasi stress bagi ibu rumah tangga;
1. Pahami bahwa menikah dan mengurus rumah tangga itu terbungkus dalam satu paket. Jadi, luruskan niat kembali tujuan utama menikah dan membina rumah tangga itu merupakan ibadah. Bila dikembalikan pada niat ibadah, tidak ada yang ada masalah yang akan menjadi alasan stress. 

2. Tidak memaksakan diri. Perempuan memang diberi kemampuan multitasking oleh Tuhan. Namun, bukan berarti mampu menjelma menjadi superhero yang bisa mengerjakan tugas apa saja. Mengurus urusan rumahtangga dengan segala tetekbengeknya harus diakui, tidak mudah. Jika jam kerja pegawai kantoran sekitar 2 shift paling banyak. Sementara jam operasional irt mulai dari terbit matahari sampai matahari tenggelam. Bahkan terkadang lebih. Lalu, bagaimana menyiasatinya? 
Tidak memaksakan diri, itulah pilihannya. Bila semua pekerjaan tidak mampu dihandle sendiri, menyewa tenaga asisten rumah tangga bisa dijadikan pilihan. 

3. Me time. Meluangkan waktu beberapa saat melakukan kegiatan yang disukai agar kejiwaan seimbang. Tidak berarti setelah menyandang status nyonya dan memuliki beberapa anak lantas melupakan hobi sendiri. Justru melakukan hobi mampu merecharge semangat irt untuk melanjutkan aktifitas rumahtangga sesudahnya. 

4. Menulis. Beberapa literatur menyatakan bahwa menulis membuat jiwa merdeka. Merdeka artinya jauh dari rasa tertekan yang berujung pada stress. Secara porsi waktu, tenaga dan biaya kegiatan menulis sangat bersahabat dengan irt. Irt bisa menuliskan segala keluh kesah, berbagi kisah inspirastif, menulis resep masakan, pengalaman mendidik anak dan lain sebagainya. Banyak penulis perempuan yang menerbitkan buku dari kalangan irt. Tidak sedikit juga karya mereka menjadi best seller. 

5. Perkuat keimanan. Keimanan merupakan benteng terdepan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga. Niat ibadah ketika akan menikah tidak akan memadai jika tidak dibarengi dengan memperkuat iman. Apa sebab? Untuk menyatukan dua kepala yang berbeda isi pemikirannya dalam lembaga pernikahan butuh mental yang kuat. Mental kuat ini tumbuh dari dasar iman yang kuat pula. 

Selayaknya, untuk mengarungi bahtera rumahtangga calon pengantin baik perempuan dan laki-laki sudah siap secara lahir batin menerima segala konsekwensi, dimana berumahtangga itu untuk mendewasakan. Sebab itulah butuh kiat-kiat agar tidak terjebak dalam lingkaran stress. Maka tak salah Islam menganjurkan kepada laki-laki memilih calon isteri pada empat kriteria ;
- Agamanya
-Kecantikannya
-Hartanya
-Keturunannya.

Mengapa kriteria pertama pemilihan calon isteri berdasrkan agamanya? Mungkin sebagai bahan pertimbangan utama bagi laki-laki agar para ibu rumah tangga tidak mudah dihinggapi penyakit stress. 

#novayulfia

You May Also Like

1 komentar