Dimata ayah, engkau adalah segalanya

by - Oktober 22, 2016


Dear putri ayah,
Tepat hari ini ayah mengenang hari kelahiranmu, 36 tahun yang lalu. Memang ayah tak menelponmu. Itu sengaja. Sebab, ayah ingin fokus bernostalgia bersama ibumu saat detik-detik jelang kelahiranmu serta mendoakanmu. Segala doa yang terbaik ayah pintakan pada Tuhan.

Tahukah, kini ayah akan mengungkapkan betapa ayah teramat menyayangimu. Kata-kata ini tak pernah ayah ungkapkan di sepanjang usiamu. Tapi, kali ini ayah biarkan jemari ini menuliskannya untukmu.

Putri sulung ayah, dimataku, engkau adalah segalanya.

Terserah engkau percaya atau tidak. Tapi itulah kenyataannya. Dan ayah tau, engkau pasti bisa merasakannya. Tanpa ayah katakan sekalipun. Karena rasa sayang orang tua itu hanya mampu dirasakan oleh anak yang hatinya penuh kasih sayang.

Anakku, kini engkau sudah menjadi ibu dari 3 orang putra putri yang Allah amanahkan padamu. Bangga dan bahagia tak terkira hati ayah. Hasil didikan keras ayah yang sering engkau protes dulu, kini menuai hasil yang baik. Tak salah ayah mendidikmu dengan keras dan tegas. Mentalmu sudah terlatih sejak dini untuk mengarungi samudera rumahtangga yang ayah pahami, tak mudah. Multi peran yang engkau geluti, butuh mental kuat.

Kesayangan ayah, kini ayah dengar engkau berhasil mewujudkan mimpimu diwaktu kecil dahulu, yaitu menjadi penulis. Yaa, ayah sangat paham bakatmu. Ayah masih ingat, matamu akan berbinar cerah tiap ayah hadiahkan buku. Engkau dan buku memang tak dapat dipisahkan. Bahkan saat ayah suruh beli rokok, uangnya malah dipakai membeli komik kesukaanmu. Bagaimana mungkin ayah akan memarahimu?

Putriku, kini ayah semakin tua. Uban sudah memutih semua. Tapi ayah menua dengan penuh bahagia dan bangga, padamu, nak.

Selamat berkurang usia, nak. Berkah Tuhan senantiasa melimpahimu sampai nafas terhenti di batang tenggorakan, hendaknya. Amin Ya Robb.

Salam sayang, ayahmu.
Ja'far Hamdan

#doaayahmustajab
#cuplikanwejanganayah
#latepost tgl 26 sept

You May Also Like

0 komentar