5 Trik Jitu Membangun Percaya Diri Pada Anak Sulung

by - Oktober 22, 2016


Membesarkan anak tidak cukup dengan sekedar memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisiknya semata. Para orang tua juga harus memperhatikan pertumbuhan mental anak. Sebab, untuk dapat menjadi orang yang berhasil dalam hidup ini, seorang anak harus sehat dan kuat baik secara fisik maupun mental. Artikel ini hadir bertujuan sebagai pencerahan bagi orang tua, agar ketika si anak dewasa dapat menjadi pemenang dalam hidup ini.

Pola asuh pada anak sulung tentu berbeda dengan anak tengah dan bungsu. Beberapa literatur mengatakan bahwa, sangat penting membangun rasa percaya diri yang kuat pada si sulung. Sebab, ia kelak akan menjadi panutan bagi adik-adiknya.

Demikian berat posisi sebagai anak sulung, bagaimanakah trik jitu bagi orang tua guna membangun rasa percaya diri si sulung?

Berikut ada 5 trik jitu membangun kepercayaan diri anak sulung:

1. Memperlakukan si sulung layaknya orang dewasa.
Bila meniru pola asuh orang bule, metode seperti ini mereka terapkan pada anaknya sejak kecil. Ternyata, trik ini mampu membuat anak-anak disana berlaku, bersikap dan bertutur seperti orang dewasa. Dewasa disini maksudnya, sudah mampu menggunakan logika sederhana dengan baik.
Caranya, orang tua harus menghormati setiap hak dan mendengarkan anak.

2. Berikan ruang bagi si sulung untuk menampilkan dirinya sendiri apa adanya.
Dengan begitu, ia memperoleh kepercayaan diri yang utuh. Karena disamping diberikan hak ia akan belajar soal tanggung jawab.

3. Mengenalkan visi keluarga.
Seberapa penting si sulung paham tentang visi keluarga? Sangat penting. Karena, posisi si sulung biasanya bagi orang tua sebagai tumpuan harapan orang tua sebagai ganti dirinya kelak dalam melindungi keluarga. Harapan yang sedemikian tinggi disandarkan di bahu si sulung, mampu menimbulkan rasa percaya dirinya. Caranya, menceritakan riwayat keluarga. Dengan metode ini anak diajak untuk menengok sejarah keluarganya.

4. Metode dialog.
Dialog interaktif dalam nuansa kasih sayang mampu menumbuhkan kepercayaan diri anak. Tidak saja pada si sulung, tapi bisa pada semua anak. Ketika melakukan dialog, buat wajah orang tua sejajar dengan anak. Tatap matanya dan perhatikan setiap gerak tubuhnya. Sembari sesekali membelai kepala atau bahunya. Isyarat tersebut biasanya akan membuat anak nyaman untuk berdialog. Manfaat lain yang akan didapat dengan metode dialog adalah kemampuan si sulung dalam hal mengolah kata, menggunakan logika sederhana dengan baik, kritis, retoris dan rasa ingin tahunya semakin besar. Jangan heran, bila suatu saat ayah bunda dikejutkan dengan caranya bertutur tidak sama dengan anak seusianya.
Beberapa literatur mengatakan bahwa, anak sulung cenderung lebih pintar. Dikarenakan ia sering diajak berdialog oleh orang tua.

5. Ikat hatinya.
Wujud kualitas hidup seseorang ditentukan pada masa kanak-kanak, disaat ia masih disusui, disentuh dan dibelai. Orang tua harus peka, bahwa pada setiap kelahiran adik, si sulung butuh penguatan mental. Bahwa, kelahiran adik tidak akan membuat kasih sayang orang tua berkurang. Bagaimana caranya?. Ikat hatinya dengan sentuhan, belaian dan pelukan.

Sejatinya seorang anak adalah tamu yang berkunjung ke rumah, untuk dicintai dan dihormati. Terlepas ia sebagai anak sulung, tengah dan bungsu, kewajiban orang tua untuk membangun kepercayaan diri anak adalah mutlak.
Rasa percaya diri merupakan modal utama hidup bagi anak. Jangan sepelekan modal ini, terutama pada anak sulung.

Mari menjadi orang tua yang bijak dan dicintai anak.

#NovaYulfia


You May Also Like

3 komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Maaf komentar yang tadi typo... ignore ajah hihi...
    Maksudnya mau nulis mantafffff..mba Nova..!!

    BalasHapus
  3. Trimakasih mba bety. Lain kali dateng yaaa...

    BalasHapus