Surga adalah kita

by - September 05, 2016


Tak berlebihan rasanya bila kita dikatakan demikian, bahwa surga adalah kita. Defenisi surga secara umum ialah kesenangan tanpa batas. Tidak tersekat oleh usia dan waktu.

Ketika Tuhan menciptakan alam raya,sudah sepaket dengan surga dan neraka. Tak ada seorangpun yang berniat bermain-main di neraka yang menyusahkan. Semua menginginkan surga dan kesenangan.

Mengutip kata Gubernur Bantul "Bagaimana mau ke surga sementara bibitnya diambil dari neraka".

Sebuah proses menuju kesenangan yang bernama surga itu, tidaklah mudah. Seperti kupu-kupu cantik yang menemukan surganya ia harus melalui proses metamorfosis yang cukup panjang. Mengalami bentuk yang buruk saat menjadi kepompong dan kesakitan saat melepaskan diri dari kepompong menuju bentuk cantik, kupu-kupu.

Pada manusia, Tuhan titip sebentuk benda unik. Bila baik benda itu, baiklah manusia itu secara keseluruhannya. Sebaliknya bila buruk benda itu diperlakukan, maka buruklah manusia itu keseluruhannya. Dialah hati.

Hati yang senantiasa dipenuhi rasa syukur. Disanalah surga itu. Tapi syukur yang seperti apa?

1. Senantiasa mencari hikmah dibalik setiap peristiwa.

Segala hal yang dialami manusia Tuhan sudah ukur kemampuan kita untuk menyelesaikannya. Jika ujian untuk murid SD hanya akan diujikan kepada murid yang masih duduk di SD. Begitulah seterusnya. Tidak mungkin keliru. Seperti soal untuk Mahasiswa diujikan kepada murid SD. Tuhan sangat mengenal setiap hamba-Nya dengan baik.
Lantas, tugas manusia hanya mengejar target surga itu dengan menyelesaikan setiap ujian. Maka akan bertemulah dengan "hikmah" yang terbungkus dalam hati yang penuh syukur.

2. Senantiasa "menghadirkan" Tuhan dalam hati.

Tuhan tak pernah melupakan hamba-Nya. Hadirnya Tuhan kadang diingkari. Maka disanalah neraka dan kesulitan.
Maka setiap kita, umat manusia yang pandai bersyukur adalah surga yang sebenarnya. Sebab hati yang bersyukur memiliki saldo bahagia yang tidak berkurang. Malah selalu bertambah dan bertumbuh.

#edisiMuhasabah
#sumberbahagia=bersyukur
#novayulfia


You May Also Like

0 komentar