Derita itu pintu rezeki

by - September 10, 2016


Rezeki itu memiliki banyak bentuk, diantaranya : harta, kesehatan dan ukhwah islamiyah. Ada pepatah yang mengatakan bahwa rezeki itu didapat melalui banyak pintu. Dengan arti kata rezeki bisa didapatkan dari mana saja. Baik melalui jalan nikmat ataupun derita.
Bagaimana bisa rezeki melalui jalan derita?

Sesungguhnya, pada saat manusia diberikan materi ujian kekurangan harta, misalnya. Itulah waktu Tuhan memeluk dengan kasih sayang.
Dia ingin mengajarkan kepada hamba-Nya :
1. Tentang makna menjalani proses kehidupan.
2. Tentang makna bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.
3. Tentang konsep ikhlas, sabar dan tawakal.

Maka hasil ujian tersebut hanya dua yakni lulus dan naik kelas atau gagal dan mengulang ujian tersebut sampai lulus.
Kategori manusia yang lulus ujian adalah manusia yang senantiasa "menghadirkan" Tuhan dalam hatinya.
Sebab, ia mengolah "rasa" derita itu menjadi nikmat. Ia memahami semua tujuan Tuhan yang selalu baik walaupun dibungkus dengan peristiwa tidak menyenangkan seperti usaha yang gulung tikar, badan yang mengalami sakit dan ukhwah yang terputus. Rentang waktu ujian tersebut digunakan untuk selalu menyebut nama Tuhan tiada henti dan mengevaluasi diri. Evaluasi diri merupakan bentuk kesadaran manusia akan dirinya, bahwa manusia bukan makhluk yang sempurna. Terkadang ada salah dan lupa. Kesalahan untuk diperbaiki dan kealpaan harus diminimalisir.

Kategori manusia yang gagal mengikuti ujian ialah kebalikan dari uraian yang diatas. Sehingga ia diharuskan mengambil kelas remedial sampai dinyatakan lulus.

Barometer seorang manusia mampu menempuh ujian Tuhan dengan baik adalah KEBIJAKSANAAN. Semakin bijaksana seseorang, biasanya ia dekat kepada Tuhan. Itu artinya pintu rezeki pun mengalir deras.

"Dan tidak satupun makhluk bergerak /bernyawa di muka bumi melainkan semuanya dijamin oleh Allah rezekinya". (Q.S Hud:6)

Masihkah ujian Tuhan dianggap derita?

#edisiMuhasabah
#edisiArtikelslami
#novayulfia

You May Also Like

0 komentar