Sikap buruk dibalas baik

by - Agustus 17, 2016


Tak selamanya sikap buruk orang sama kita mesti dibalas buruk juga.
Itulah kata-kata bijak yang seringkali berseliweran di wall saya dan bahkan di kehidupan nyata. Apa iya bisa? Tak satu dua saya menemukan fakta dilapangan se-enteng- itu.
Misalnya tadi pagi saya lagi kepasar beli buah pisang. Dah lama nih perut ga nyicip pisang. Eh, yang indra nyicip mah lidah yaa...
Setelah dilihat, diraba dan diterawang. Duit kertas kaliii ah...
Akhirnya dalam waktu yang sesingkatnya, saya memutuskan membeli setandan pisang ambon. Wuiihhh...banyak amat yak. Iyaaa doong critanya saya mo ikutan program Food Combining. Itu loh yang ngatur pola makan trus pake buah dan sayur.
Pas lagi nawar pisang tadi, siibu yang jualnya ternyata jutek abieess. "Ga boleh nawar. Kalo mo beli sukur, ga beli gapapa".
Allahuakbar! Nih orang niat dagang ga ya. Tanya saya dalam hati. "Yaa kalo ga boleh nawar di labelin harga atuh ibu". Masih dalam hati.
Karena saya dah kepincut sama buah pisang itu dan alasan males ngider lagi. Akhirnya dengan senyum (beneran tulus lho gatau knapa juga) saya bayar sejumlah uang untuk harga pisangnya.
Di perjalanan pulang, saya kebayang juteknya wajah siibu penjual pisang. Mungkin dia lelah, pikir saya.
--------
Eh, bisa tuh ternyata bersikap baik sama orang walaupun dah dijutekin.
"Ngapain juga mesti kesel sama penjualnya. Kan yang mo dibeli dagangannya. Selow aja. Luaskan aja hatimu". Kata si Honey saat saya ceritain.
Iya juga sih. Rasanya lebih bahagia dan benar2 enteng.
--------
Pisangnya enak yaa ma. Beli lagi doong.
Olalaa... pisang ambon tadi sudah menyisakan 2 buah saja.
Nasiiiib...
Fiuhhh...tarik nafas lagi.

#depok, 31 juli 2016

You May Also Like

0 komentar