Perempuan pintar kesayangan suami.

by - Agustus 04, 2016

Orang bijak mengatakan bahwa belumlah dikatakan pintar seorang perempuan yang pintar bila ia belum mampu berlaku bodoh dihadapan pasangannya.

Nah, berlaku bodoh yang bagaimana ya? Disini terkait dengan egoisme si perempuan pintar. Bila diluar rumah ia adalah "seseorang" maka ketika ia dirumah, ia adalah seorang istri yang wajib manut dan taat pada suami.

Ini ada sedikit kiat-kiat untuk meraih posisi kesayangan suami: 
1. Jaga komunikasi dengan suami sehangat mungkin. Komunikasi yang terbuka antara suami istri akan melahirkan sikap saling menghargai satu sama lain.
2. Manjakan suami selayaknya ia adalah anak sulung kita. Mulai dari urusan makan, mengingatkan waktu beribadah sampai menjadi pendengar setianya. Jika perlu ikuti selalu seleranya dalam soal makanan. Masak sesuai yang ia mau. Biasanya kata orang tua-tua zaman dulu, cinta laki-laki itu datang dari perut. Kalau urusan perutnya beres biasanya tidak akan suka makan diluar dan jelalatan. 
3. Sayangi ibunya seperti kita menyayangi ibu kandung sendiri.
Tak sedikit rumah tangga yang berantakan gara-gara kasus klasik "mertua vs menantu".

Mungkin semua tips diatas sudah jamak beredar dimana-mana. Tetapi kenyataannya untuk melaksanakannya tidak semudah teori. 
Masalah terbesarnya bukan pada teori. Tapi pada "egoisme". Bila teori baik sudah berbenturan dengan sikap ego, biasanya yang menang adalah si>ego.
Mengapa?
Sebagian perempuan pintar>dalam hal ini ia adalah seseorang dengan tingkat pendidikan yang mumpuni, kadang terbelenggu dalam kasus >ego.
"Ih, ngapain amat saya ikuti semua maunya suami emang saya ga mampu apa nyari uang sendiri".
Ini kalimat yang paling sering didengar jika ia mulai ada gesekan pendapat dengan suami. 
Saudariku, simpanlah semua "kekayaanmu" itu bila dihadapan suami. Tersebab karena engkau pintarlah ia memilihmu menjadi ibu dari anak-anaknya. 
Tundukkan hati dan lipatlah dulu logikamu. Sebab, ia hanya butuh engkau taati, hormati "seranting" lebih tinggi darimu. Tak lebih. Letakkan posisinya sebagai imam dan engkau tetaplah sebagai makmum. Jangan hendak maju pula seba
gai imam dengan alasan kepintaranmu itu. 
Sesuai dengan Titah Tuhan, bahwa >> Laki-laki adalah pemimpin bagi perempuan. 

#edisiBerbagi.
#Depok, 5Agustus2016
#NovaYulfia

You May Also Like

0 komentar