Romantis itu sederhana

by - Juli 22, 2016

Pasangan suami istri yang sudah menikah berbilang tahun biasanya kerap mengabaikan poin ini. Yups, romantisme berumahtangga. Padahal mencintai adalah sebuah kata kerja yang prakteknya berlaku seumur hidup. Tersebab, pasangan adalah seseorang yang akan menemani kita hingga menua bersama dengan bahagia.
Oleh sebab itu, romantisme adalah bumbu wajib. Ibarat masakan, bumbunya mesti berganti. Kadang digoreng, direbus, dipanggang atau digulai.
Begitu juga membangun romantisme. Kadang cukup hanya memandang dengan tatapan yang menyiratkan penuh cinta dan harap seakan abege yang sedang kasmaran. Tatapan yang demikian konon mampu meluluhkan hati pasangan. Atau, belaian lembut di bahu kala duduk berdua sembari menikmati secangkir teh di sore hari.
Sesederhana yang kita bisa dan mampu. Tak perlu juga mengikuti romantisme ala mainstreem. Say it with flower, bila ternyata pasangan tak suka bunga atau dianggap buang duit. Bunga dan segala perniknya kan mahal. Setelahnya tak bisa dipakai lagi.
Jadi, disini sikap romantis sederhana yang saya maksud adalah, berusaha senantiasa menghidupkan aroma cinta sehangat mungkin dalam rumahtangga. Sehingga jalan menuju sakinah, mawaddah dan rahmah bukan sekedar doa dan teori semata.

#edisi muhasabah.
#depok, 23juli2016
#nov

You May Also Like

0 komentar